Disaat kita melakukan "blog walking" dan berkomentar pada suatu blog, maka apa yang menjadi harapannya adalah akan mendapat kunjungan balik serta meninggalkan bekas jejak blog kita dalam komentar tersebut atau bahkan sebuah backlink. Apalagi blog yang kita komentari tersebut memiliki pagerank (PR) yang tinggi, sehingga sedikit banyaknya akan menimbulkan efek positif bagi blog kita. Namun hal itu tidak akan terjadi bagi blog-blog yang ‘nofollow’. Mengapa ? Karena setiap kita berkomentar dan meletakkan link di dalamnya, maka blog kita tidak akan memperoleh backlink dari blog ‘nofollow’ tersebut. Hal ini disebabkan karena search engine tidak meng-indeks link-link yang berada dalam komentar blog yang beraliran ‘no follow’. Selanjutnya tidak akan pula memberikan pengaruh terhadap peningkatan ranking di blog kita.
Pengertian ‘nofollow’ sendiri kurang lebihnya adalah atribut HTML yang digunakan untuk menginstruksikan beberapa search engine untuk tidak memberi efek peningkatan ranking pada link target dari suatu teks hyperlink pada indeks search engine. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ‘spam’ (sejenis sampah digital seperti pesan-pesan yang kurang berguna, dll. bisa dianalogikan ibarat kita menyatakan cinta kepada seseorang dengan memberinya bunga yang sudah layu…coba bayangkan..pernah pacaran belum ? ..heeee…). Dan dengan tidak adanya penebaran ‘spam’ tadi, akan meningkatkan kualitas hasil pencarian dari suatu search engine dan juga mencegah search engine salah mengindeks ‘spam’ yang memungkinkan menduduki peringkat tertinggi pada suatu keyword tertentu.
Blog yang ber-nofollow sangat disenangi oleh search engine, karena itulah mengapa secara default blogger.com disetting ‘nofollow’. Kemudian blog beraliran ‘nofollow’ mengisyaratkan kemurnian dari sebuah komentar akan terjaga serta kebersihannya dari ‘spam’. Murni dalam arti tidak tercampur dengan link-link yang dimasukkan oleh pihak luar dan bersih dari ‘spam’ yang terkadang membuat ‘geregetan’ si mesin pencari. Bisa dibayangkan saat orang ingin mencari sesuatu dan menemukan hasil pencarian yang berbeda dengan keinginannya dalam daftar search engine. Apa yang terjadi? Tingkat kepercayaan ‘netter’ terhadap mesin pencari tersebut akan menurun, sehingga ia akan beralih kepada mesin pencari yang lain. Kalau sudah begini, siapa yang rugi ? Tukang jeruk dipinggir jalankah atau kamtibmas ? Heee…
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa blog ‘nofollow’ akan bersih dari ‘spam’. Bagaimana bisa menaruh ‘spam’ jika hal tersebut hanya menjadi obyek penderita dalam blog beraliran ‘nofollow’. Artinya ‘spam’ akan terkurung dengan sendirinya (dalam komentar) tanpa mendapat dukungan dari search engine. Namun tidak jarang pula para blogger tidak memakai atribut ‘nofollow’ dalam blognya, karena berbagai pertimbangan lain yang turut mempengaruhinya, antara lain : ‘nofollow’ bersifat individualistik, tidak mencirikan saling tolong-menolong dan ingin sama-sama berbagi atau lebih dikenal dengan titel ‘U Comment I Follow’. Kalau kita ingin titel ‘U Comment I Follow’ tersampir dalam blog kita, maka kita harus menjadikan blog kita ‘dofollow’ terlebih dahulu. ‘U Comment I Follow’ sendiri berarti orang berkomentar dan meninggalkan link blognya dalam blog kita, kemudian secara otomatis akan terbentuk link back ke blog orang yang berkomentar tersebut.
Sedangkan pengertian ‘dofollow’ sendiri kurang lebih yaitu merupakan kebalikkan dari ‘nofollow’, yakni memberikan kewenangan pada search engine untuk mengindeks semua elemen halaman blog (termasuk komentar) serta semua link-link yang melingkupinya, sehingga akan ber-efek secara signifikan terhadap link target tersebut. Artinya setiap orang yang meninggalkan komentar dan meninggalkan jejak link dalam blog yang berstatus ‘dofollow’, maka ia akan memperoleh backlink sekaligus dukungan terhadap blog mereka agar mendapat perhatian dari search engine.
Untuk menjadikan blog kita ‘dofollow’ ada baiknya kalau kita sering melakukan cek dan ricek komentar yang mungkin merupakan ‘spam’. Perkaya konten dengan sajian yang bermutu, sehingga pengunjung tertarik dan selalu mengikuti update-an posting kita. Kemudian luangkan sedikit waktu untuk sekedar membuka-buka komentar dan memberikan respon yang positif terhadap komentar tersebut. Dan bagi kita saat menjadi para komentator, jika sudah menemukan blog dofollow, jangan sekali-kali meninggalkan ‘spam’ dalam komentar. Pemilik blog dengan segala kesungguhannya membuka pintu ‘dofollow’, namun kita balas dengan ‘spam’, apakah itu suatu tindakan yang bijaksana ?. Jadikan blog tersebut untuk backlink (cukup dengan memasukkan nama dan alamat blog kita, dibawah form komentar) dengan cara meninggalkan komentar yang positif, sehingga efek-nya akan dirasakan bersama-sama baik untuk blog yang kita komentari maupun diblog kita sendiri. Pada akhirnya akan terjalin hubungan yang harmonis antara sesama blogger, blogger dan pengunjung, serta antara pengunjung sendiri. Duh, mesranyaaaaa…..
Semoga bermanfaat…
Terimakasih Atas Kunjungan Anda



